Analisa dan Perancangan Sistem Berorientasi

Kembali ke => Kumpulan mata kuliah Teknik Informatika

 

Pertemuan <<1>>

 

<<Database Lifecycle>>

 

 Outline Materi

 

  • Aplikasi Database Lifecycle
  • Perencanaan Database
  • Pendefinisisan Sistem
  • Pengumpulan Kebutuhan dan Analisis Database
  • Pemilihan DBMS
  • Aplikasi Rancangan Database

 

 

 

Depresiasi Software

 

  1. Dalam akhir dekade ini penerapan software mempunyai masalah serius dalam perawatan yakni :

 

–        koreksi faults,

 

–        Implementasi kebutuhan baru,

 

–        Modifikasi software untuk di run pada platform baru atau hasil upgraded

 

  1. Membutuhkan usaha lebih dalam pemeliharaan software.
  2. Hasil dari semua ini menyebabkan proyek menjadi :

 

–        telat,

 

–        Melebihi anggaran,

 

–        unreliable,

 

–        Sukar dipelihara,

 

–        performed poorly.

 

 Database Application Lifecycle

 

  • Penerapan Rancangan
  • Prototyping (optional)
  • Implementasi
  • Loading dan konversi Data
  • Testing
  • Operasional pemeliharaan.

 

 

 

Stages of the Database Application Lifecycle

 

1. Database Planning – Mission Objectives

 

  • Satu misi statement menentukan mission objectives.
  • Setiap objective mengidentifikasi tujuan yang dibutuhkan dari suport database.
  • Kebanyakan perusahaan membutuhkan informarmasi saat melakukan suatu pekerjaan, sumber data sebagai masukan pekerjaan, dan untuk semua inilah yang akan dibayar.

 

2. Perencanaan Database

 

Perencanaan Database harus memenuhi beberapa pertanyaan sebagai berikut :

 

  • Bagaimana mengumpulkan data,
  • Bagaimana format yang dibutuhkan,
  • Dokumen penting apa yang dibutuhkan,
  • Bagaimana proses perancangan dan implementasi

 

 

 

Definisi Sistem

 

Menguraikan scope dan batas dari pemakaian database oleh user view pada umumnya

 

  1. User view didefinisikan sebagai kebutuhan database dilihat dari perspektif :

 

  • aturan kerja secara umum (contoh Manageratau Supervisor) atau
  • daerah penerapan perusahaanenterprise (seperti marketing, personnel, atau kontrol stock ).

 

  1. Aplikasi Database diterapkan untuk satu atau lebih user views.
  2. Identifikasi user views membantu menjamin tidak ada kebutuhan yang dilupakan saat mengembangkan aplikasi baru.
  3. User views juga membantu pengembang untuk memenuhi kebutuhan komplek database yang di break down kedalam manageable pieces.

 

 

 

 Pertemuan <<2>>

 

<<ERD & EERD>>

 

 Outline Materi

 

  • Tipe Entity Relationship dan Tipe Attribut
  • Kendala Struktural
  • Model Entity Relationship
  • Spesialisasi / Generalisasi
  • Agregasi
  • Komposisi

 

 

 

ENTITY

 

  1. Entity type

 

Grup dari objects yang mempunyai properties sama, dengan sifatnya ada yang real (Mahasiswa, Karyawan) dan ada yang abstrak (Penjualan, Viewing).

 

  1. Entity occurrence

 

Tipe Entity secara Uniquely mengidentifikasi objek.

 

  1. Relationship type

 

Set asosiasi yang mungkin terjadi pada suatu entity.

 

  1. Relationship occurrence

 

Secara Uniquely mengidentifikasi asosiasi yang mungkin terjadi pada setiap entity yang berpartisipasi

 

 

 

Specialization / Generalization

 

  • Specialization

 

Process of maximizing differences between members of an entity by identifying their distinguishing characteristics.

 

  • Generalization

 

Process of minimizing differences between entities by identifying their common characteristics.

 

 

 

 

 

Pertemuan <<3>>

 

<<Pengumpulan dan Menganalisis Kebutuhan Database >>

 

Outline Materi

 

  • Pengumpulan dan analisis kebutuhan database dengan metode fact finding
  • Mempelajari dokumen
  • Interview
  • Observasi sistem berjalan
  • Penelitian/reset
  • Kuestioner

 

 

 

Teknik Fact-Finding

 

  1. Secara kritis menangkap fakta penting yang dibutuhkan untuk membangun suatu aplikasi database.  
  2. Fakta ini ditangkap dengan teknik fact-finding.
  3. Proses secara formal digunakan teknik interview dan kuestioner untuk mengumpulkan fakta mengenai sistem, requirement, and preferensi.

 

 

 

Kapan teknik Fact-Finding Digunakan ?

 

  1. Penggunaan Fact-finding merupakan bagian dari penerapan database lifecycle. Ini secara krusial dibutuhkan sebelum melakukan perencanaan database, mendefinisikan sistem, dan pengumpulan dan analisis requirements.
  2. Cara pengembang untuk mempelajari about terminologi, problem, keuntungan, kendala, requirements, and prioritas dari organisasi dan sistem yang diinginkan.
  3. Pengembang Database normalnya menggunakan beberapa teknik factfinding selama mengerjakan proyek database antaralain :

 

  • mempelajari documentasi,
  • interview,
  • observasi organisasi saat operasi,
  • penelitian,
  • questionnaires.

 

 Contoh pengumpulan data dan prosedur dokumentasi untuk setiap tahap database application lifecycle

Tahap Database Lifecycle

Contoh Data Terkumpul

Contoh Prosedur Dokumen

Perencanaan Database Tujuan dan Obyek Proyek Database Statmen misi dan obyek penerapan database
Pendefinisisan Sistem Menguraikan kebutuhan utama dari user Menentukan Skope dan Ruang Lingkup Database
Pengumpulan Requirement Database Requirement dari sistem dan view user Spesifikasi user dan requirement sistem
Rancangan Database Respon user terhadap rancangan logikal database, dan penentuan fungsi DBMS Rancangan konseptual / logikal database (termasuk ERD, kamus dan skema), dan rancangan fisikal database
Aplikasi Rancangan Respon user terhadap rancangan interface Rancangan aplikasi (ternasuk uraian program dan interface)
Pemilihan DBMS Fungsi ditentukan oleh target DBMS Evaluasi dan rekomendasi DBMS

 

 

 

Contoh pengumpulan data dan prosedur dokumentasi untuk setiap tahap database application lifecycle 

 

Tahap Database Lifecycle

Contoh Data Terkumpul

Contoh Prosedur Dokumen

Prototyping Respon user terhadap prototyping Modifikasi yang diajukan user terhadap requirement dan spesifikasi sistem.
Implementasi Penentuan Functionality berdasarkan target DBMS  
Loading dan konversi data Format dari data terkini, kemampuan impor data sesuai target DBMS  
Testing Hasil Tes Penggunaan strategi tes dan analisis hasil tes
Operasi Pemeliharaan Penentuan system requirment yang baru berdasarkan hasil tes performance User manual, hasil analisis performance, modifikasi user requirment, dan spesifikasi sistem

 

 

 

Mempelajari Dokumentasi

 

Tujuan Dokumentasi

Contoh Penggunaan Sumber Data

Uraian masalah dan need database Memo internal, e-mail, hasil rapat, komplain kustemer/pegawai, dokumen permasalahan, dan report
Uraian detail dari permasalahan perusahaan Chart organisasi, statmen misi dan rencana strategies perusahaan. Hasil bagian dari objek studi pada perusahaan. Contoh manual form atau report. Contoh form computer dan report
Uraian Sistem Berjalan Flowchart dan diagram, kamus data, rancangan aplikasi database, dokumentasi program, dan manual training

 

 

 

 Interview

 

  • Teknik fact finding ini sangat populer dan umum digunakan.
  • Memungkinkan pengumpulan informasi secara individual secara face-to-face.
  • Objectif kegiatan ini yaitu menemukan fakta baru, ferifikasi fakta, klarifikasi fakta, generalisasi antusias , memperoleh sampai pada end-user , identifikasi requirements, dan pengumpulan idea dan opini.
  • Tipe interview ada dua yakni pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.

 

  1. Pertanyaan terbuka pewawancara menginterview mengikuti respon dari sampel.
  2. Pertanyaan tertutup jawaban telah dispesifikasi dan menjadi jawaban pendek atau pilihan terhadap responden.

 

 

 

Observing the Organization in Operation

 

  • Teknik efektif untuk mengerti sistem.
  • Memungkinkan berpartisipasi , atau menonton kegiatan tiap orang dalam produksi saat mempelajari sistem.
  • Mudah digunakan untuk memvaliditas data terkumpul terhadap berbagai pertanyaan dan kompleksitasnya sesuai kebutuhan system berdasarkan penjelasan end-users.

 

 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN OBSERVASI

 

KEUNTUNGAN

KERUGIAN

Memungkinkan memvalidasi dan mencek data berdasarkan fakta Orang belum tentu mengetahui adanya perbedaan / masalah saat melakuakan observasi
Observer dapat secara pasti melihat apa yang harus dilakukan Saat observasi bisa terjadi kehilangan informasi atau adanya perbedaan dengan kondisi normal
Observer dapat memperoleh penjelasan mengenai Task lingkungan fisik data Beberapa task yang diinginkan belum tentu terekam saat observasi
Observer dapat mencoba peralatan secara langsung Tidak praktis
Relatif murah  

 

 

 

Research

 

  • Mudah digunakan untuk mengkaji masalah dan penerapan.
  • Menggunakan informasi terkini seperti jurnal komputer, buku referensi, dan Internet .
  • Menggunakan informasi bagai mana orang lain memecahkan masalah yang sama, termasuk dalam penggunaan paket software atau partially solve.

 

 

 

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN RESEARCH 

 

KEUNTUNGAN

KERUGIAN

Selalu memperoleh solusi ilmiah Membutuhkan waktu yang lama
Peneliti memperoleh solusi berdasarkan hasil perbandingan dengan masalah serupa di tempat lain Membutuhkan lebih banyak acces informasi
Peneliti akan menggunakan pengembangan system berdasarkan informasi up to date Bisa tidak menolong untuk pemecahan masalah karena dokumentasi yang buruk dari perusahaan

 

 

 

Questionnaires

 

  • Melakukan survey melalui cara membagikan questionnaires – specialpurpose documents yang memungkinkan fakta disimpulkan dari respon orang banyak yang dikelola dengan beberapa kontrol.
  • Ada dua tipe pertanyaan yakni format bebas dan format terikat.

 

 

 

 

 

Pertemuan <<4>>

 

<<Kamus Data>>

 

 Learning Outcomes

 

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu memilih dan menentukan Entity yang dibutuhkan berdasarkan hasil Fact Finding (C4)

 

 Outline Materi

 

Kamus Data Entity

 

  • Identifikasi tipe Entity
  • Identifikasi tipe Relationship
  • Identifikasi tipe Attribute

 

 

 

Design Methodology

 

Struktur yang digunakan adalah dengan menggunakan prosedur, teknik, tools, dan dokumentasi untuk mendukung dan memfasilitasi proses perancangan.

 

Metode perancangan Database mempunyai 3 fase utama:

 

–        Rancangan Database Conceptual;

 

–        Rancangan Database Logical;

 

–        Rancangan Database Physical.

 

 

 

Fase Rancangan Database

 

  1. Rancangan Database Conceptual.

 

Proses konstruksi model informasi dengan menggunakan sumber dari perusahaan secara independen.

 

  1. Rancangan Database Logical.

 

Proses konstruksi model informasi dengan menggunakan spasifik model basis data perusahaan ( relasional), tapi tidak tergantung kebutuhan DBMS dan pertimbangan physical.

 

  1. Rancangan Database Physical

 

Proses memproduksi penjelasan implementasi database pada secondary storage; menguraikan basis relasi , organisasi file, rancangan indexes agar acces data menjadi efficient , semua yang berhubungan dengan kendala integrity, dan peralatan/mekanisme security.

 

 

 

Faktor Kesuksesan Rancangan Database

 

  • Kemungkinan bekerja secara interactively dengan users.
  • Kelengkapan mengikuti seluruh proses metodologi pembangunan model data.
  • Kelengkapan penggunaan pendekatan data driven.
  • Pertimbangan Sturktur perusahaan dan kendala integrity kedalam model data.
  • Pengkombinasian conceptualization, normalization, dan teknik validasi transaksi kedalam metodologi pemodelan data.

 

 

 

Perancangan Database

 

Tahap 1

 

  1.  Membangun Kamus Data Untuk Setiap User View

 

–        Tahap 1.1 Identifikasi tipe entity.

 

–        Tahap 1.2 Identifikasi tipe relationship

 

–        Tahap 1.3 Identifikasi tipe dan menggabungkan attributes pada tiap entity

 

–        Tahap 1.4 Menentukan domain attribute.

 

  1.  Membangun Model Konseptual Data Lokal Untuk Setiap View

 

Membangun kamus data :

 

–        Tahap 1.1 Identifikasi Tipe Entity

 

Mengidentifikasi tipe entity yang terutama dibutuhkan oleh view.

 

–        Tahap 1.2 Identifikasi tipe relationship

 

Mengidentifikasi hubungan penting yang terjadi antara entiti yang telah diidentifikasi.

 

–        Tahap 1.3 Mengindentifikasi dan menggabungkan attributes pada tiap entity atau relasi

 

Mengidentifikasi dan menggabungkan attributes yang dibutuhkan entity atau relasi, dan mendokumenkan setiap attribute secara details.

 

–        Tahap 1.4 Menentukan domain attribute

 

Menentukan domains attributes dalam model konseptual lokal dan mendokumentasikan secara detai setiap domain.

 

 

 

 

 

Pertemuan <<5>>

 

<<Merancang Model Konseptual Database>>

 

Learning Outcomes

 

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu menghasilkan suatu model konseptual database berdasarkan hasil fact finding (C3)

 

 

 

Outline Materi

 

  • Aplikasi Database Lifecycle
  • Perencanaan Database
  • Pendefinisisan Sistem
  • Pengumpulan Kebutuhan dan Analisis Database
  • Pemilihan DBMS
  • Aplikasi Rancangan Database

 

 

 

Fase Rancangan Database

 

  • Rancangan Database Conceptual.

 

Proses konstruksi model informasi dengan menggunakan sumber dari perusahaan secara independen.

 

  • Rancangan Database Logical.

 

Proses konstruksi model informasi dengan menggunakan spasifik model basis data perusahaan (relasional), tapi tidak tergantung kebutuhan DBMS dan pertimbangan physical.

 

  • Rancangan Database Physical

 

Proses memproduksi penjelasan implementasi database pada secondary storage; menguraikan basis relasi , organisasi file, rancangan indexes agar acces data menjadi efficient , semua yang berhubungan dengan kendala integrity, dan peralatan/mekanisme security.

 

 

 

Faktor Kesuksesan Rancangan Database

 

  • Kemungkinan bekerja secara interactively dengan users.
  • Kelengkapan mengikuti seluruh proses metodologi pembangunan model data.
  • Kelengkapan penggunaan pendekatan data-driven.
  • Pertimbangan Sturktur perusahaan dan kendala integrity kedalam model data.
  • Pengkombinasian conceptualization, normalization, dan teknik validasi transaksi kedalam metodologi pemodelan data.

 

 

 

Overview Metodologi Perancangan Database

 

  1. Tahap 1 Membangun Model Konseptual Data Lokal Untuk Setiap User View

 

–        Tahap 1.1 Identifikasi tipe entity.

 

–        Tahap 1.2 Identifikasi tipe relationship

 

–        Tahap 1.3 Identifikasi tipe dan menggabungkan attributes pada tiap entity

 

–        Tahap 1.4 Menentukan domain attribute.

 

–        Tahap 1.5 Menentukan attributes candidate and primary key

 

Mengidentifikasikan candidate key(s) untuk setiap entity dan jika terdapat lebih dari satu candidate key pilih satu menjadi primary key

 

–        Tahap 1.6 Mempertimbangkan konsep pemodelan enhanced (optional step)

 

Mempertimbangkan penggunaan konsep model enhanced modeling, seperti specialization / generalization, aggregation, dan composition

 

–        Tahap 1.7 Cek model dari redundancy

 

Cek untuk setiap entity dan attribute terhadap redundancy dalam model

 

–        Tahap 1.8 Validasi model konseptual lokal terhadap transaksi user

 

Menjamin model konseptual dapat menyuport kebutuhan transactions yang dibutuhkan oleh view

 

–        Tahap 1.9 Review model konseptual data local terhadap NEED user

 

Melakukan review terhadap model konseptual data lokal dengan user untuk menjamin model telah merepresentasikan user’s view berdasarkan NEED perusahaan

 

  1. Tahap 2 Membangun dan Memvalidasi Model Logical Data Lokal Untuk Setiap View

 

–        Tahap 2.1 Menghilangkan features tidak compatible terhadap model relational (optional step)

 

–        Tahap 2.2 Menentukan relasi untuk model logical data local

 

–        Tahap 2.3 Validasi relasi dengan menggunakan normalization

 

–        Tahap 2.4 Validasi relasi terhadap transactions user

 

–        Tahap 2.5 Menentukan kendala integrity

 

–        Tahap 2.6 Review model logical data local terhadap NEED user

 

  1. Tahap 3 Membangun dan Memvalidasi Model Logikal Data Global

 

–        Tahap 3.1 Merge model logikal data lokal kedalam model logikal data global

 

–        Tahap 3.2 Memvalidasi model logical data global

 

–        Tahap 3.3 Cek model terhadap future growth

 

–        Tahap 3.4 Review model logical data global terhadap NEED user

 

  1. Tahap 4 Menerjemahkan model logical data global menjadi target DBMS

 

–        Tahap 4.1 Merancang basis relasi

 

–        Tahap 4.2 Merancang representasi kebutuhan data

 

–        Tahap 4.3 Merancang kendala perusahaan

 

  1. Tahap 5 Merancang representasi physical

 

–        Tahap 5.1 Analisis Transaksi

 

–        Tahap 5.2 Memilih organisasi file

 

–        Tahap 5.3 Pemilihan indexes

 

–        Tahap 5.4 Estimasi kebutuhan disk space

 

  1. Tahap 6 Perancangan user view
  2. Tahap 7 Perancangan mekanisme security
  3. Tahap 8 Mempertimbangkan control redundancy
  4. Tahap 9 Monitor dan Merubah sistem operasional

 

 

 

 Pertemuan 6

 

<<Merancang Model Relasional Database>>

 

 Outline Materi

 

  1. Menghilangkan feature tidak kompatibel

 

  • Menghilangkan relasi biner *:*
  • Menghilangkan relasi rekursive *:*
  • Menghilangkan relasi komplek
  • Menghilangkan attribut multi-value

 

  1. Menentukan relasional untuk model logical data lokal

 

 

 

Tahap 2 : Membangun dan Memvalidasi Model Logikal Data Lokal

 

Membangun model logikal data lokal dari model data konseptual yang merupakan representasi NEED perusahaan, dan kemudian model divalidasi untuk menjamin struktur telah benar (menggunakan teknik normalization) dan untuk menjamin dapat mensuport kebutuhan transaksi.

 

  1. Tahap 2.1 Hilangkan features tidak kompatibel pada model relasional (tahap optional)

 

Menghaluskan model logikal data konseptual dengan menghilangkan features yang tidak kompatibel terhadap model relasional. Meliputi:

 

–        Hilangkan tipe relationship binary *:*;

 

–        Hilangkan tipe relationship recursive *:*;

 

–        Hilangkan tipe relationship kompleks;

 

–        Hilangkan tipe attribute multi-valued.

 

  1. Tahap 2.2 Menentukan Relasi Untuk Model Logikal Data Lokal

 

1)      Tipe Entity Strong : Buat relasi untuk semua entity strong yang terdapatpadamodeldata. Contoh : Staff(StaffNo, fName, lName, Position, Sex, DOB) Primary Key (StaffNo)

 

2)      Tipe Entity Weak : Buat relasi untuk semua entity weak yang terdapat pada model data. Contoh : Preference(preType, maxRent)

 

3)      Tipe Relasi Biner One to Many (1:*) : Taruh Primary Key StaffNo kedalam attribute Client untuk relasi 1:*

 

4)      Tipe Relasi Biner One to One ( 1:1)

 

–        Tipe Relasi Partisipasi Mandatory Dua Sisi. Relasinya disatukan

 

–        Tipe Relasi Partisipasi Mandatory Satu Sisi. Relasinya dirancang dengan menggunakan identifikasi entity parent dan child. Untuk relasi mandatory satu sisi Primary pada entity parent dijadikan Primary Key pada entity child

 

–        Relasi One to One Partisipasi Optional Dua Sisi. Untuk relasi One to One partisipasi Optional dua sisi tidak dapat digabung seperti pada mandatory dua sisi dalam satu relasi sehingga penanganannya seperti pada relasi One to One Partisipasi Satu Sisi.

 

5)      Tipe Relasi Recursive One to One : Penanganan relasi seperti ini mengikuti aturan relasi One to One

 

 

 

 Pertemuan <<7>>

 

Merancang Model Logikal Database

 

 Outline Materi

 

  • Pengaruh tipe relasi terhadap model relasional
  • Validasi dengan Normalisasi
  • Validasi dengan transaksi user
  • Menentukan kendala integritas
  • Membangun dan memvalidasi model logikal data global

 

 

 

Menentukan Relasi Untuk Model Logikal Data Lokal

 

 Tipe Relasi Superclass/Subclass (Model Enhanced)

 

Kendala Partisipasi

Kendala Disjoint

Relasi Yang Dibutuhkan

Mandatory Nondisjoint { AND } Satu relasi
Optional Nondisjoint { AND } Dua relasi : satu relasi untuk superclass dan satu lagi untuk semua subclass yang dihubungkan dengan foreign key
Mandatory Disjoint { OR } Banyak relasi dimana setiap kombinasi superclass dan subclass mempunyai satu relasi tanpa dihubungkan dgn foreign key
Optional Disjoint { OR } Banyak relasi satu untuk superclass dan setiap subclass mempunyai satu relasi yang dihubungkan dgn foreign key

 

 

 

RELASI MODEL ENHANCED

 

  1. RELASI UNTUK { MANDATORY , AND }

 

AllOwner( ownerNo, address, telNo, fName, lName, bName, bType, contactName)

 

Primary Key (ownerNo)

 

  1. RELASI UNTUK { OPTIONAL, AND }

 

Owner( ownerNo, address, telNo )

 

Primary Key (ownerNo)

 

OwnerDetails( ownerNo, fName, lName, bName, bType, contactName )

 

Primary Key (ownerNo)

 

Foreign Key (ownerNo) references Owner(ownerNo)

 

  1. RELASI UNTUK { MANDATORY, OR }

 

PrivateOwner(ownerNo, fName, lName, address, telNo)

 

Primary Key (ownerNo)

 

BusinessOwner(ownerNo, bName, bType, contactName, address, telNo)

 

Primary Key (ownerNo)

 

  1. RELASI UNTUK { OPTIONAL, AND }

 

Owner( ownerNo, address, telNo )

 

Primary Key (ownerNo)

 

PrivateOwner( ownerNo, fName, lName )

 

Primary Key (ownerNo)

 

Foreign Key (ownerNo) references Owner(ownerNo)

 

BussinessOwner( ownerNo, bName, bType, contactName)

 

Primary Key (ownerNo)

 

Foreign Key (ownerNo) references Owner(ownerNo)

 

 

 

  1. Step 2.3 Validasi relasi dengan Normalisasi

 

Melakukan validasi relasi model logical data lokal dengan menggunakan teknik Normalisasi.

 

  1. Step 2.4 Validate relasi dengan transksi user

 

Penjaminan relasi pada model logikal data lokal mensuport semua kebutuhan user view.

 

  1. Step 2.5 Menentukan kendala integritas

 

Menentukan kendala integritas yang diberikan oleh user view ( yakni kebutuhan data, entity dan referensial integritas, domain, dan kendala perusahaan ).

 

 

 

Tahap  3 : Membangun dan Memvalidasi Model Logikal Data Global

 

Menggabungkan model logikal data lokal individu kedalam suatu model logikal data global perusahaan.

 

  1. Step 3.1 Merger model logikal local kedalam model global

 

Proses penggabungan model logikal data local kedalam model data global akan mempengaruhi attribut yang digunakan pada model data global perusahaan.

 

  1. Step 3.2 Validasi model logikal data global

 

Melakukan validasi terhadap relasi yang terbentuk pada model logikal data global dengan menggunakan teknik Normalisasi dan review kebutuhan View user transaksi.

 

  1. Step 3.3 Cek untuk perkembangan jangka panjang

 

Menentukan apakah model logikal global database telah mengantisipasi perubahan access data yang terjadi pada jangka panjang.

 

  1. Step 3.4 Review model logikal data global dengan users

 

Proses menjamin model data global adalah benar-benar representasi kebutuhan perusahaan.

 

 

 

 Pertemuan <<8>>

 

<<Perancangan Model Fisikal >>

 

 Outline Materi

 

  • Rancangan Basis Relasi
  • Rancangan Representasi Data
  • Rancangan Kendala Perusahaan
  • Analisis Transksi
  • Pemilihan Organisasi File
  • Pemilihan Indeks
  • Estimasi Kebutuhan Disk Space

 

 

 

Rancangan Fisikal

 

Proses produksi untuk menguraikan implementasi database pada secondary storage; basis relasi, organisasi file, penggunaan indek untuk mengefisienkan access data, penentuan kendala perusahaan dan sistem keamanan.

 

 

 

Overview of Physical Database Design Methodology

 

Tahap  4 : Translate global logical data model for target DBMS

 

–        Step 4.1 Design base relationsTo produce a relational database schema that can be implemented in the target DBMS from the global logical data model

 

Need to know functionality of target DBMS such as how to create base relations and whether the system supports the definition of:

 

–        PKs, FKs, and AKs;

 

–        required data – i.e. whether system supports NOT NULL;

 

–        domains;

 

–        relational integrity constraints;enterprise constraints

 

  1. Step 4.2 Design representation of derived data
  2. Step 4.3 Design enterprise constraints

 

To design the enterprise constraints for the target DBMS.

 

• Some DBMS provide more facilities than others for defining enterprise constraints.

 

Example:

 

CONSTRAINT StaffNotHandlingTooMuch

 

CHECK (NOT EXISTS (SELECT staffNo

 

FROM PropertyForRent

 

GROUP BY staffNo

 

HAVING COUNT(*) >100))

 

 

 

Tahap 5 : Design physical representation

 

To determine optimal file organizations to store the base relations and the indexes that are required to achieve acceptable performance; that is, the way in which relations and tuples will be held on secondary storage.

 

  1. Step 5.1 Analyze transactions
  2. Step 5.2 Choose file organizations

 

To determine an efficient file organization for each base relation.

 

File organizations include Heap, Hash, Indexed Sequential Access Method (ISAM), B+-Tree, and

 

Clusters

 

  1. Step 5.3 Choose indexes

 

To determine whether adding indexes will improve the performance of the system.

 

One approach is to keep tuples unordered and create as many secondary indexes as necessary

 

Another approach is to order tuples in the relation by specifying a primary or clustering index.

 

In this case, choose the attribute for ordering or clustering the tuples as:

 

–        attribute that is used most often for join operations – this makes join operation more efficient, or

 

–        attribute that is used most often to access the tuples in a relation in order of that attribute.

 

If ordering attribute chosen is key of relation, index will be a primary index; otherwise, index will be a clustering index

 

Each relation can only have either a primary index or a clustering index.

 

Secondary indexes provide a mechanism for specifying an additional key for a base relation thatmcan be used to retrieve data more efficiently.

 

  1. Step 5.4 Estimate disk space requirements

 

To estimate the amount of disk space that will be required by the database.

 

 

 

Tahap 6 : Design user views

 

To design the user views that were identified during the Requirements Collection and Analysis stage of the relational database application lifecycle

 

Tahap 7 : Design security mechanisms

 

Measures To design the security measures for the database as specified by the users.

 

Tahap 8 : Consider the introduction of controlled redundancy

 

Tahap 9 : Monitor and tune the operational system

 

 

 

Pertemuan <<09>>

 

<<Monitor dan Tuning Sistem Operasional>>

 

 

 

Outline Materi

 

• Evaluasi hasil rancangan database berdasarkan pendekatan Database Lifecycle

 

• Evaluasi dan Monitoring rancangan database terhadap sistem operasional.

 

 

 

  1. Tahap 8.7 Membuat Tabel Ekstrak

 

Laporan dapat menentukan access data dan performasi dari join multirelasi pada set basis relasi yang sama. Akan tetapi, laporan basis data mungkin relatif statik atau bukan hasil terkini ( current data ).

 

Memungkinkan untuk membuat highly denormalized extract table tunggal pada basis relasi sesuai kebutuhan laporanbased, dan mengikuti users saat access pada basis relasi.

 

Dokumen mendorong redundansi

 

  • Redudansi akan terjadi pada dokumen yang fully.
  • Pada umumnya dokumen perlu diperhatikan pendekatan penyeleksian mana dokumen yang boleh exist.

 

 

 

Tahap 9 Monitor dan Tuning Sistem Operational

 

Memonitor sistem operasional dan meningkatkan unjuk kerja sistem pada keputusan perncangan atau

 

direfleksikan pada perubahan kebutuhan.

 

 

 

Keuntungan Tuning Database

 

  • Dapat menghindari penambahan hardware yang tidak dibutuhkan.
  • Dapat menurunkan kebutuhan konfigurasi hardware, sehingga membuat biaya lebih rendah dan memudahkan perawatan.
  • Menghasilkan sistem dengan response time yang cepat dan lebih baik throughputnya  membuat user lebih produktif.
  • Dengan response time yang cepat membuat moral staf lebih tinggi (senang).
  • Dengan response time yang cepat membuat kustomer puas atas pelayanan

 

 

 

Review Kondisi Operasional

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengklarifikasi status kondisi sistem baru yakni dengan mereview konfigurasi software dan hardware dan segala hal yang dibutuhkan selama operasional.

 

  • Review Hardware/Software adalah suatu aktifitas rekayasa sistem yang mempunyai spesialisasi pengetahuan komputer untuk merefer perencanaan implementasi, pendefinisian fungsi, dan data definisi.
  • Cek Kondisi Operasional adalah suatu proses analisis detail masalah apa saja yang timbul saat sistem baru digunakan.

 

 

 

Beberapa Item Yang Diperhatikan Saat Review Kondisi Operasi

 

  1. Aturan Organisasi dan Administrasi

 

  • Kebutuhan untuk revamping organisasi atau revising aturan admionistrasi.
  • Kompabilitas dan audit akutasi sistem

 

  1. Masa Transisi

 

  • Aktifitas Training
  • Manual
  • Kesadaran pegawai

 

  1. Operating Setup

 

  • Jam operasi untuk komputer; prosedur yang digunakan
  • Bagaimana menyelesaikan masalah software dan hardware
  • Aturan, setup, dan kebutuhan space untuk perawatan sistem

 

  1. Isue Masalah Keamanan

 

  • Metode managemen keamanan yang digunakan.
  • Proteksi dari prifasi
  • Keamanan
  • Sistem Backup dan Recovery Data

 

 

 

Evaluasi Perenerapan Sistem

 

Bertujuan untuk menentukan kursus yang perlu diadakan dalam menangani sistem baru, menyoroti perubahan tujuan sistem dan dampak yang terjadi pada sistem baru. Evaluasi ini ada empat tahap yang dilakukan yakni :

 

  1. Menguraikan peningkatan tujuan eksekusi adalah untuk menelaah perubahan kerja dari sistem lama ke baru dan konsep mekanisme kerja sistem baru.
  2. Membuat katalog hasil yakni untuk mengevaluasi dampak dari sistem baru baik dari segi kualitas, biaya, dan investasi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem baru secara maksimal.
  3. Membuat katalog masalah yakni membuat daftar masalah yang potensial terjadi pada sistem saat diinstalasi dan bagaimana cara menyelesaikannya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi masalah yang bakal terjadi dan cara penanganannya.
  4. Membuat perencanaan pengembangan sistem agar aplikasi sistem menjadi optimal, hasil dari kegiatan ini berupa skedul pengembangan sistem, setup, personel, dan space

 

Kembali ke => Kumpulan mata kuliah Teknik Informatika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: