Kecakapan Antar Personal

Kembali ke => Kumpulan mata kuliah Teknik Informatika

KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL

 OVERVIEW

 Self concept : Most important factor is self esteem.

Terms associated with communication

Elements of communication

Modes of communication

Types of Communication

Strategies for effective communication

Techniques for effective Presentation Techniques

 

PENGENALAN DIRI

  • Pada dasarnya setiap manusia cenderung untuk mengembangkan dirinya sendiri menjadi lebih baik, lebih matang dan lebih mantap.
  • Sejauh mana kepribadian terwujud sangat ditentukan oleh seberapa jauh lingkungan mendorong untuk perkembangan terhadap konsep diri seseorang dan seberapa jauh seseorang tersebut merasa dirinya perlu belajar agar lebih baik lagi
  • Mengenal diri sendiri berarti memperoleh pengetahuan tentang totalitas diri yang tepat yaitu menyadari kelebihan/keunggulan yang dimiliki maupun kekurangan/ kelemahan yang ada pada diri sendiri.

 Pengertian                                                                                                    

Menurut John Robert Powers (1977), konsep diri adalah ‘kesadaran dan pemahaman terhadap dirinya sendiri yang meliputi; siapa aku, apa kemampuanku, apa kekuranganku, apa kelebihanku, apa perananku, dan apa keinginanku’

Tujuan

Terbentuknya sikap dan perilaku percaya diri serta prinsip hidup menuju kehidupan yang sejahtera. Sikap dan perilaku percaya diri adalah kemampuan mengekspresikan diri atau mengemukakan hak-hak pribadi serta mempertahankannya tanpa melanggar hak orang lain

Konsep diri adalah semua  ide, pikiran, kepercayaan   dan   pendirian   yang   diketahui individu   tentang   dirinya   dan   mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen, 1998).

Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuan, interaksi dengan orang lain dan lingkungan,   nilai-nilai  yang   berkaitan  dengan pengalaman      dan      objek,      tujuan      serta keinginannya. Beck, Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri merupakan cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisik, emosional intelektual, sosial dan spiritual

Proses Pembentukan Konsep Diri

Ketika lahir seseorang belum memiliki konsep diri, namun konsep diri mulai berkembang sejak lahir dengan melalui proses penginderaan (sensation) dan perasaan (feelings) yang datang dari dalam diri atau dari lingkungan. Pengalaman dini terhadap rasa senang, sakit, disenangi, atau ditolak membentuk konsep dasar bagi perkembangan konsep diri dimasa yang akan datang.

Pengetahuan, harapan, dan penilaian yang membentuk konsep diri terutama hasil interaksi dengan orang lain. Orang tua merupakan figur yang paling berperan dalam pembentukan konsep diri seseorang

Masyarakat yang juga berperan dalam pembentukan konsep diri
Faktor yang penting dalam pembentukan konsep diri adalah melalui belajar. Karena konsep diri merupakan produk belajar, permasalahan yang timbul selama proses belajar dapat mengganggu perkembangan konsep diri. Permasalahan umum yang muncul yaitu, mendapat umpan balik yang tidak tepat dan umpan balik yang tidak konsisten.

Konsep diri mencakup 3 aspek, yaitu :

  1. pengetahuan,
  2. harapan diri,
  3. penilaian diri.

Pengetahuan :

Adalah apa yang kita ketahui tentang diri kita mencakup :

  • Identitas formal
  • Kualitas pribadi
  • Merupakan perbandingan antara kita dengan orang lain
  • Ekspresi verbalnya ‘saya adalah …..’

Harapan :

  • Merupakan idealisme mengenai diri seseorang
  • Karakteristik pribadi
  • Merupakan tujuan dari proses pembentukan jati diri seseorang
  • Ekspresi  verbalnya     ‘saya  seharusnya  dapat     menjadi

Penilaian diri :

Merupakan proses perbandingan atau pengukuran antara ‘saya saat ini’ dengan harapan tentang ‘diri saya yang akan datang \ Hasil perbandingan ini menjadi gambaran atas penghargaan diri sendiri :

Konsep Diri Negatif Dan Positif

Seseorang dikatakan memiliki konsep diri negatif, apabila :

  • Tidak memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang dirinya, ia kurang memahami   siapa   dirinya,    apa   kelebihan   dan   kelemahan   yang dimilikinya.
  • Memiliki  pandangan  tentang  dirinya yang terlalu  kaku  (tidak dapat berubah) atau terlalu tinggi/berlebihan. Menolak informasi yang baru (terutama yang negatif) tentang dirinya, sehingga orang tersebut sulit untuk mengubah konsep diri yang sudah dianggap ‘betul’.
  • Lebih banyak melihat aspek-aspek kekurangan/kelemahannya dalam dirinya daripada aspek-aspek kelebihan/kekuatan yang ia miliki.

Konsep diri positif:

Seseorang dapat dikatakan mempunyai konsep diri positif apabila :

  • Memiliki pengetahuan menyeluruh mengenai dirinya, mencakup kelebihan dan kelemahan dirinya
  • Menerima diri apa adanya, apabila ia mempunyai kelebihan ia tidak sombong dan apabila   ia   mempunyai   kelemahan   tidak kecewa.
  • Memiliki kesadaran yang besar untuk mengubah atau mengurangi aspek dari dirinya yang dianggap merugikan.

 Tahapan untuk mengubah konsep diri sebagai berikut:

  • Tetapkan perubahan yang akan dicapai
  • Dapatkan umpan balik dari orang lain
  • Perbaiki cara pandang terhadap diri sendiri
  • Perbaiki cara berbicara terhadap diri sendiri

 Penerapan konsep diri tergantung kepada dirinya sendiri, antara lain :

  • Dapat menyadari kelemahan dan kekurangannya
  • Pandai mengendalikan diri
  • Tenggang rasa
  • Berusaha jujur terhadap diri sendiri serta menyadari peranannya

 Changing your self-concept

  • Have a realistic perception of yourself.
  • Have realistic expectations.
  • Have the will to change.
  • Have the skill to change.

 Bentuk Komunikasi

Berdasarkan jumlah komunikan :

  • Intrapersonal
  • Interpersonal
  • Kelompok
  • Publik
  • Organisasi
  • Massa

 

PENGERTIAN, DASAR DAN JENIS-JENIS KOMUNIKASI

 PENGERTIAN KOMUNIKASI

Kata   komunikasi   atau   communication   dalam   bahasa Inggris, berasal dari bahasa latin communis yang berarti “sama”,   communico,   atau   communicare   yang   berarti “membuat sama”  (to make common).  Istilah  pertama (communis)   adalah   istilah   yang   paling  sering  disebut sebagai asal-usul kata komunikasi

Ada tiga pemahaman mengenai komunikasi, yakni :

Komunikasi sebagai tindakan satu-arah

Pemahaman komunikasi sebagai proses searah ini oleh Michael Burgoon disebut sebagai “definisi berorientasi-sumber” (source-oriented definition) Definisi seperti ini mengisyaratkan komunikasi sebagai semua kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk menyampaikan rangsangan untuk membangkitkan responsorang lain.

 Beberapa definisi yang sesuai dengan konsep ini adalah sebagai berikut:

Bernard Berelson dan Gary A. Steiner:

“Komunikasi: transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol kata-kata, gambar, figur, grafik, dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi.”

Everett M. Rogers:

“Komunikasi adalah proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Raymond S. Ross:

“Komunikasi (intensional) adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator.”

Harold Las swell:

(Cara yang baik untuk menggambarkan komunikasi adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut) Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect? Atau Siapa yang Mengatakan, memakai Saluran Apa, Kepada Siapa dan apa Pengaruh Bagaimana?”

Komunikasi sebagai interaksi

Pandangan ini menyetarakan komunikasi dengan proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantung pada seseorang menyampaikan pesan, baik verbal atau nonverbal, seorang penerima bereaksi dengan memberi jawaban verbal atau anggukkan kepala, kemudian orang pertama bereaksi lagi menerima respons atau umpan balik dari orang kedua, dan begitu seterusnya.

Beberapa definisi yang sesuai dengan pemahaman ini adalah, antara lain:

William l. Gorden

“Komunikasi  secara  ringkas  dapat  didefinisikan  sebagai  suatu transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.”

Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson:

“Komunikasi adalah proses memahami dan berbagi makna.”

Stervart L. Tubbs dan Sylvia Moss:

“Komunikasi adalah proses pembentukan makna di antara dua orang atau lebih.”

 Pengertian Komunikasi (Continue)

Dari banyak pengertian, jika dianalisis pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa

  • komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih,
  • yang mengirim  dan  menerima  pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu konteks tertentu,
  • mempunyai  pengaruh tertentu,  dan  ada  kesempatan  untuk melakukan umpan balik.

Komponen/Unsur Komunikasi

Lingkungan komunikasi

Lingkungan (konteks) komunikasi setidak-tidaknya memiliki tiga dimensi :

  1. Fisik, adalah ruang dimana komunikasi berlangsung yang nyata atau berwujud.
  2. Sosial-psikologis, meliputi, misalnya tata hubungan status di antara  mereka yang terlibat,  peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi.
  3. Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan jam, hari, atau sejarah dimana komunikasi berlangsung.
  4. Sumber-Penerima, adalah sumber (atau pembicara) sekaligus penerima (atau pendengar).
  5. Enkoding-Dekoding

Dalam ilmu komunikasi menamai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding (decoding).

Kompetensi Komunikasi

Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi

  1. Pesan, Pesan komunikasi dapat mempunyai banyak bentuk, yaitu verbal dan non verbal
  2. Saluran, adalah media yang dilalui pesan.

Jarang sekali komunikasi berlangsung melalui hanya satu saluran, umumnya menggunakan dua, tiga, atau empat saluran yang berbeda secara simultan. Sebagai contoh, dalam interaksi tatap muka saat berbicara dan mendengarkan (saluran suara), tetapi juga memberikan isyarattubuh dan menerima isyarat ini secara visual (saluran visual). Kita juga memancarkan dan mencium bau-bauan. Seringkali kita saling menyentuh, ini pun komunikasi.

Umpan Balik

Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik ini dapat datang dalam berbagai bentuk: Kerutan dahi atau senyuman, anggukan atau gelengan kepala, tepukan di bahu atau tamparan di pipi, semuanya adalah bentuk umpan balik.

Gangguan, adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik (ada orang lain berbicara), psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala kita), atau semantik (salah mengartikan makna). Tabel dibawah menyajikan ketiga macam gangguan ini secara lebih rinci. 

Jenis Definisi Contoh
Fisik Interferensi dengan transmisi fisik isyarat atau pesan lain Desingan mobil yang lewat, dengungan komputer, kacamata
Psikologis Interferensi kognitif atau mental Prasangka dan bias pada sumber-penerima, pikiran yang sempit
Semantik Pembicaraan dan pendengar memberi arti yang berlainan Orang berbicara dengan bahasa yang berbeda, menggunakan jargon atau istilah yang terlalu rumit yang tidak dipahami pendengar

 Efek Komunikasi

Komunikasi selalu mempunyai efek atau dampak atas satu atau lebih orang yang terlibat dalam tindak komunikasi. Aspek   yang   berpengaruh    bisa    pada    kognitif,    afektif   dan psikomotorik

 

Tujuan Komunikasi

Ada empat tujuan atau motif komunikasi yang perlu dikemukakan, Tujuan dapat disadari ataupun tidak, dapat dikenali ataupun tidak. Selanjutnya, meskipun teknologi komunikasi berubah dengan cepat dan drastis (kita mengirimkan surat elektronika, bekerja dengan komputer, misalnya) tujuan komunikasi pada dasarnya tetap sama, bagaimanapun hebatnya revolusi elektronika dan revolusi-revolusi lain yang akan datang. (Arnold dan Bowers, 1984; Naisbit.1984).

Menemukan

Salah satu tujuan utama komunikasi menyangkut penemuan diri (personal discovery) Bila anda berkomunikasi dengan orang lain, anda belajar mengenai diri sendiri selain juga tentang orang lain.

Untuk berhubungan

Salah satu motivasi kita yang paling kuat adalah berhubungan dengan orang lain (membina dan memelihara hubungan dengan orang lain).

Untuk meyakinkan

Dapat melalui hubungan pribadi, kelompok atau melalui media massa

Untuk bermain

Kita menggunakan banyak perilaku komunikasi kita untuk bermain dan menghibur diri

  1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
  2. Mempengaruhi perilaku seseorang
  3. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain

 

Komunikasi mempunyai dasar sebagai berikut:

Niat, Minat, Pandangan, Lekat, Libat.

Niat menyangkut :

  • Apa yang akan disampaikan
  • Siapa sasarannya
  • Apa yang akan dicapai
  • Kapan akan disampaikan

Minat, ada dua faktor yang mempengaruhi yaitu:

  • Faktor obyektif : merupakan rangsang yang kita terima
  • Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus

Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.

Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.

Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.

 

Prinsip-prinsip komunikasi

Komunikasi Adalah Paket Isyarat

Perilaku komunikasi, apakah ini melibatkan pesan verbal, isyarat tubuh, atau kombinasi dari keduanya, biasanya terjadi dalam “paket”. Biasanya, perilaku verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung

Komunikasi Adalah Proses Penyesuaian

Komunikasi hanya dapat terjadi bila para komunikatornya menggunakan sistem   isyarat yang sama. Ini jelas kelihatan pada orang-orang yang menggunakan bahasa berbeda

Komunikasi Mencakup Dimensi Isi Dan Hubungan

Komunikasi, setidak-tidaknya sampai batas tertentu, berkaitan dengan dunia nyata atau sesuatu yang berada di luar (bersifat ekstern   bagi)   pembicara   dan   pendengar.   Tetapi, sekaligus, komunikasi juga menyangkut hubungan di antara kedua pihak

Komunikasi adalah proses transaksional

Komunikasi adalah transaksi. Dengan transaksi dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses, bahwa komponen-komponennya saling terkait, dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan.

 

Klasifikasi Komunikasi

Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa sosial melainkan pada situasi tertentu. Indikator paling umum untuk mengklasifikasikan komunikasi adalah berdasarkan

Jumlah peserta yang terlibat dalam komunikasi

Menurut   Kelompok   Sarjana   Komunikasi   Amerika   (Human Comm. 1980)

  • Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communications)
  • Komunikasi Kelompok (Group Communications)
  • Komunikasi Organisasi (Organizational Communications)
  • Komunikasi Massa (Mass Communications)
  • Komunikasi Publik (Public Communications

Joseph A DeVito (Communicology 1982)

  • Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communications)
  • Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communications)
  • Komunikasi Publik (Public Communications)
  • Komunikasi Massa (Mass Communications)

R. Wayne Pace (Techniques for Effective Communications, 1979)

  • Komunikasi dengan diri sendiri (Intrapersonal Communications)
  • Komunikasi antarpribadi (Interpersonal Communications)
  • Komunikasi khalayak (Audience Communications)

Bentuk Komunikasi berdasarkan media

  1. Komunikasi langsung, Komunikasi langsung tanpa menggunakan alat.
  2. Komunikasi tidak langsung, Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll

Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

  1. Komunikasi satu arah, Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
  2. Komunikasi timbal balik., Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik

Responses

  1. Pak, saya ingin bertanya. tentang pengenalan diri, adakah cara yang harus dilakukan agar kita lebih tau tentang diri kita sendiri?
    sebelumnya terimakasih. :)
    artikel ini sangat membantu

    • Dari beberapa sumber yang saya baca, Pengenalan diri dapat dilakukan melalui dua tahap, pertama Pengungkapan Diri dan tahap Menerima Umpan Balik. Pengungkapan diri lebih ke bagaimana memperluas apa yang tersembunyi dari diri kita yang tidak diketahui orang lain padahal sebenarnya kita tahu akan kelebihan kita tersebut, sedangkan umpan balik diperlukan agar kita dapat mengetahui sebenarnya kekuatan apa yang ada pada diri kita yang tidak kita ketahui/sadari namun orang lain ternyata lebih mengetahuinya. Dengan ini diharapkan kita dapat lebih mengetahui diri kita akan Kekuatan/Kelemahan kita, namun pada saat ini banyak yang menyarakan agar kita lebih fokus terhadap kekuatan/kelebihan kita dibanding kekurangan kita agar kekuatan/kelebihan kita tersebut bisa lebih diketahui orang lain, dan pada akhirnya akan membentuk konsep diri yang positif.
      Satu hal lagi, pada dasarnya orang lebih menyukai pada seseorang yang senang memberikan umpan balik, sebaliknya umpan balik diberikan ketika seseorang sudah dapat mengungkapkan dirinya. Mengenal diri bukanlah tujuan, tetapi sebagai alat untuk mencapai tujuan (siapa saya? kemudian, saya ingin menjadi apa?)
      Semoga membantu… Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: