Puisi WS Rendra

Saya bukan pecinta sastra, juga bukan pengidola WS Rendra, tapi karya beliau dibawah ini luar biasa, sedikit orang yang mempunyai kesadaran seperti apa yang tertulis dalam puisinya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima segala amal ibadahnya. Amin.

 Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

Tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan pd.ku?
Utk apa Dia menitipkan ini pd ku? 

 Dan kalau bukan milikku,
apa yg harus kulakukan utk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bkn milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

 Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sbg musibah,
kusebut itu sbg ujian,
kusebut itu sbg petaka,
kusebut dg panggilan apa saja
utk melukiskan bahwa itu a/ derita.

 Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yg cocok dg hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
& kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

 Seolah …
semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah …
keadilan & kasih Nya harus berjalan spt matematika:

 Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
& Nikmat dunia kerap menghampiriku.

 Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
& bukan Kekasih.

 Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
& menolak keputusanNya yg tak sesuai keinginanku, Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup & matiku hanyalah utk beribadah…

 “ketika langit & bumi bersatu, bencana & keberuntungan sama saja”

(WS Rendra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s