Banting Stir? Kenapa tidak…!

Banting Stir tentunya berbeda konotasinya dengan Banting Piring, banting stir biasanya sih konotasinya positif, yaitu upaya untuk mengalihkan secepatnya suatu kondisi atau keadaan yang kurang baik menuju ke arah yang lebih baik. Lain halnya dengan banting piring, yang lebih sering menghiasi sebuah pertikaian tingkat tinggi dalam sebuah rumah tangga, dan hal ini tentunya sangat tidak diharapkan terjadi dalam rumah tangga siapapun.

Tapi bagaimana halnya bila kita dalam keadaan yang sudah baik atau cukup nyaman tetapi masih melakukan banting stir? Dalam berkarir misalnya, jika saat ini Anda sudah mempunyai karir yang cukup mapan, beranikah kita berubah haluan untuk mencoba karir yang lain, siapapun pasti akan berpikir berkali-kali untuk berani melakukannya. Padahal kita tidak pernah tahu akan kesuksesan yang menunggu di depan kita. Berikut ini beberapa contoh nama-nama besar yang bekerja berdasarkan pendidikan dan pengalaman mereka sebelumnya, bukan karena nama besar atau koneksi untuk mendapatkan sukses di karir keduanya.

–         Janet Robinson

Namanya kerap disebut dan masuk daftar yang dibuat majalah Forbes Magazine untuk kategori perempuan yang paling berkuasa di media, Robinson telah menjalani perjalanan panjang sejak hari pertamanya sebagai guru sekolah negeri. Pada 1983, Robinson meninggalkan pekerjaan yang sudah dilakoninya dalam 10 tahun untuk beralih menjadi sales management di The New York Times Company , dimana sekarang dia menempati posisi chief executive officer (CEO). Robinson, yang terbukti memiliki kemampuan untuk mempercepat pertumbuhan pendapatan sirkulasi dan periklanan, membantunya mendaki posisi atas di perusahaan bernilai multi-miliaran dolar, telah membuktikan bahwa kegigihan dan kerja keras akhirnya terbayar.

–        Christina Perrin

Perancang mode Perrin mengawali karirnya pada manajemen konsultasi dan marketing. Tapi pada pertengahan 1900-an dia pindah dari Chicago ke New York untuk mengejar kecintaannya sejak lama: Mode. Mujurnya, latar belakang bisnisnya membantunya memasarkan lini busananya dan pada musim semi 1999 dia menggelar pergelaran busana pertamanya. Kurang dari sepuluh tahun kemudian, dia menancapkan namanya di industri mode dan klien selebritasnya termasuk Cate Blanchett , Charlize Theron dan Faith Hill .

Lalu bagaimanakah dengan kita yang karirnya cenderung lambat atau bahkan mentok, apakah lantas banting stir merupakan jalan terbaik? Ternyata jawabannya tidak sepenuhnya benar seperti itu juga, karena ada beberapa hal yang cukup penting dalam menentukan langkah karir kita.

  1. Tetapkan tujuan dan niat yang jelas terhadap karir yang kita jalani, karena dengannya akan membuat kita bertahan dalam melakukan suatu aktivitas agar kelak ketika kita merasakan kegoyahan dalam perjalanan karir kita, pondasi ini akan menjadi landasan kita berpijak agar tidak goyah.
  2. Passion, ini juga tidak kalah pentingnya. Apakah karir yang kita jalani saat ini sudah sesuai dengan passion kita, Melakukan sesuatu dengan rasa cinta (baca: passion) memberikan kepuasan yang tiada habisnya, dan uang hanyalah efek sampingnya.
  3. Teguh, sabar dan ulet. Sikap sabar merupakan modal kita untuk dapat bertahan dalam sebuah kondisi sulit, segala sesuatu perlu dijalani dengan ketekunan dan keuletan. Memahami makna bahwa kesuksesan itu bukanlah suatu hal yang instan akan mendorong kita menjadi sosok yang ulet dan sabar.
  4. Kreatif dan inovatif. Kita perlu melakukan langkah-langkah strategi yang kreatif dan inovatif untuk mewujudkan cita-cita kita, lakukan sesuatu hal positif yang berbeda dari orang-orang lain disekitar kita.

Jadi, banting stir atau tidak, semestinya kita sendiri yang dapat memutuskan, karena kita lebih tahu akan apa yang menjadi tujuan hidup kita dan juga pekerjaan seperti apa yang sesuai dengan passion kita, namun tentunya kita juga harus siap dengan segala konsekuensinya apabila kita memulai suatu karir yang benar-benar baru dan bertolak belakang dari karir sebelumnya, seperti halnya memulai karir dari level bawah dan juga harus belajar lebih keras dari biasanya mengingat banyak hal-hal baru yang harus kita kuasai agar karir yang kita inginkan bisa secepatnya tercapai.

Dari beberapa artikel baik dari internet ataupun majalah yang saya baca tentang banting stir dalam karir, pada intinya sah-sah saja dilakukan, bahkan pada suatu kondisi memang perlu dilakukan. Seperti yang pernah disampaikan dalam sesi tanya jawab training Breaktrough Leadership yang dibawakan oleh Freddy W. Liong (Trainer dan Motivator) dari Freddway International, bahwasannya beliau sendiri pernah melakukannya (banting stir karir : pen) dan terbukti beliau lebih berhasil dan yang lebih penting lebih enjoy dalam melakukan pekerjaannya.

 So, Banting Stir? Kenapa Tidak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s