The Untouchable

Artikel ini memang sudah cukup lama ditulis (tahun 2002) tetapi isinya masih relevan hingga saat ini, karena memang kondisi tersebut seringkali terjadi di beberapa perusahaan, mungkin juga terjadi di tempat anda. Karena kondisi tersebut memberikan efek negatif maka seyogyanya anda peduli dengannya, apalagi jika anda mempunyai “power” untuk melakukannya.

Pernahkah anda melihat atau mengalami ada satu atau sekelompok orang di perusahaan anda yang bisa dikategorikan sebagai yang tidak tersentuh. Mereka adalah orang-orang yang sepertinya tidak pernah merasakan konsekuensi pelanggaran peraturan, selalu mendapatkan perlakuan istimewa, selalu didengarkan pendapatnya, selalu didahulukan dalam situasi apapun, dapat berbuat seenaknya dan tetap bisa tertawa, dan sebagainya. Lebih buruk lagi adalah mereka tidak punya manner dan memperlakukan orang lain tidak sebagaimana mestinya. Tidak jarang malah yang memanfaatkan “kekuasaannya” dan menjadi penghasut untuk menjatuhkan yang lain.

Kehadiran mereka memang tidak masuk akal, tidak sedikit malah yang secara kasat mata tidak mempunyai kompetensi di posisinya, terkadang memang mereka menyebabkan banyak efek negatif. Tapi kita tetap harus sadar bahwa mereka ada, dan kita harus menghadapinya. Eksistensi mereka tidak lepas dan peran orang-orang penting di perusahaan, sehingga kadang kita kecewa terhadap orang-orang penting dibelakang mereka ini, karena dengan melindungi mereka kredibilitasnya kita pertanyakan.

Para “the untouchable” ini seringkali menjadi penyebab hilangnya motivasi beberapa komponen perusahaan, khususnya SDM yang peduli dan mempunyai nilai diri yang dipercayai. Kalau the untouchable muncul dalam wujud manajemen atas, bencana adalah kata yang tepat untuk melukiskannya. Efek negative yang timbul biasanya adalah bergugurannya SDM yang bagus dan berbakat.

Bagaimana menghadapi mereka? Cara pertama, kita bisa memilih untuk melumpuhkannya dengan mematahkan sistemnya, atau menghadapi mereka secara terbuka sehari-hari, resiko terburuknya adalah anda akan angkat kaki dari perusahaan. Pilihan ini agak sulit memang, karena kita harus paham betul posisi mereka dan pelindungnya, kita harus punya cukup kekuatan dan dukungan (fakta, data, orang) dalam organisasi untuk mempengaruhi pelindungnya atau orang diatas pelindungnya. Salah satu cara praktis adalah dengan berusaha menyingkirkannya ke posisi dimana perlindungan yang dia butuhkan tidak lagi relevan dengan pelindungnya. Ini berarti mendepaknya secara permanen atau menggesernya ke posisi lain di perusahaan, intinya adalah menjauhkannya dari pelindungnya.

Cara kedua, trik utamanya adalah dengan membuat mereka respek terhadap anda dan tidak melawan mereka secara terbuka, memang ini butuh skill komunikasi yang “wah” dalam diri anda. Tiga pesan yang harus mereka tangkap dari anda adalah, bahwa anda dan pekerjaan anda penting bagi perusahaan, secara pribadi anda penting bagi pelindungnya, dan yang ketiga anda bisa jadi teman tapi tetap tidak takut untuk bersikap kepada mereka. Yang terakhir ini cukup penting karena para untouchable suka mengintimidasi dan kadang bisa sangat agresif. Saat mereka masuk ke anda layani dengan simpatik, saat mereka mengintimidasi, ambil sikap “nice”, yakni ikut pura-pura menganggap intimidasinya sebagai candaan atau hal lucu, atau juga bisa bersikap asertif, yakni menyatakan secara pribadi bahwa anda kurang bisa menerima sikapnya.

Sejauh anda tetap memegang teguh nilai diri anda, anda tetap akan memenangkan pertarungan dengan mereka apapun hasilnya. Jika mereka tersingkir, anda adalah pemenang langsung, sedangkan kalau anda tersingkir, anda juga tetap menang karena mereka tidak berhasil mengintimidasi anda, dan kalau anda memang benar-benar harus tersingkir, tepuk pundak anda, karena tidak banyak yang seberani anda. !

 Dikutip dari tulisan Hingdranata Nikolay, majalah MDI News No.63/Vol VIII/November 2002 (dengan sedikit penambahan/perubahan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s