Introvert

Beberapa waktu yang lalu, serentak seluruh Tim HR diminta untuk menjalani assessment dikarenakan “bos” baru ingin mengetahui masing-masing profile dari semua Tim HR. Dan karena saya sudah pernah beberapa kali menjalani psikotest, tentunya sudah dapat diduga akan hasilnya. Namun ada yang menarik perhatian saya setelah mengikuti assessment ini sehubungan dengan pernyataan bos baru ini, “Hmm, introvert gak jelek koq, yang penting developing-nya tepat”,  begitu ungkapnya sesaat setelah memberitahukan hasil assessment. Selain assessment, semua Tim HR termasuk saya juga diminta untuk mempresentasikan semua pekerjaannya, baik kendala-kendala yang dihadapi maupun target yang akan dicapai, dan selesai presentasi bos baru ini pun menyampaikan arahannya, “Cobalah sering-sering komunikasi dengan saya ada kendala maupun tidak, agar kamu tidak introvert”, begitu celetuknya  dengan intonasi sedikit menurun pada bagian akhir ungkapannya tadi. Loh koq kontradiksi ya dengan pernyataan pertamanya tadi, sepertinya si bos lebih menyukai tim barunya ini berkarakter ekstrovert semua.

Honestly, berdasarkan hasil beberapa kali assessment saya memang “divonis” cenderung introvert, tapi saya tetap bersyukur bahwa orang introvert ternyata termasuk orang punya pendirian yang teguh (bukan keras kepala loh ! – pen), dan tentunya beberapa sifat baik lainnya. Coba perhatikan kutipan beberapa tulisan tentang karakter introvert dari sifat buruk sampai yang baik.

Adalah dari orang yang pertama kali mengemukakan istilah Introvert, dialah Carl Gustav Jung seorang psikiater pelopor psikologi analistis asal Swiss, dan kira-kira menurut Jung kepribadian mana yang lebih baik? Hmm, ternyata Introvert ! Menurut Jung, orang-orang introvert adalah mereka yg terampil dalam melakukan perjalanan ke dunia dalam, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkontemplasi. Pada akhirnya mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya. Namun ada kelebihan tentunya aka nada kekurangannya, mereka yg introvert seringkali terlalu disibukkan dengan dirinya sendiri, kurang peka terhadap lingkungannya dan akhirnya lingkungannya juga tidak dapat menerima mereka yg introvert dengan baik. Mereka tau apa yg mereka mau namun sulit untuk mengkomunikasikannya kepada orang lain. Hal ini membuat mereka yang introvert seringkali dicap sebagai orang aneh.

Introvert beda dengan pemalu, para introvert tidak mesti pemalu. Orang pemalu merasa cemas, takut, atau mengutuki dirinya sendiri dalam lingkungan sosial, sedangkan para introvert biasanya tidak demikian. Para introvert juga bukan orang yang misantropik atau pembenci umat manusia, walaupun ada ungkapan dengan kata-kata  “Neraka adalah adanya orang lain ketika sarapan.” Namun akan lebih tepat jika dikatakan bahwa (berinteraksi dengan) orang lain itu melelahkan bagi para introvert, jadi mereka sama sekali bukan anti sosial.

Sayangnya orang introvert kerap disalahpahami, “Sangat sulit bagi seorang ekstrovert untuk memahami introvert,” tulis pakar pendidikan Jill D. Burruss dan Lisa Kaenzig, Namun para introvert mampu memahami ekstrovert dengan sangat mudah. Kadang pula orang introvert dianggap sombong atau arogan, agaknya kesalahpahaman umum ini disebabkan oleh para introvert yang cenderung lebih cerdas, lebih perenung, lebih independen, lebih berkepala dingin, lebih halus dan lebih sensitif dibandingkan ekstrovert. Juga, karena kurangnya kemampuan introvert dalam berbasa-basi, kekurangan yang kerap menjadi bahan celaan oleh para ekstrovert. Introvert cenderung berfikir sebelum berbicara, sementara ekstrovert cenderung berfikir dengan bicara. Ini menjadi sebab kenapa rapat orang ekstrovert tidak akan bisa memakan waktu kurang dari enam jam.

Tentang dunia pekerjaan, meski terlihat sebagai pribadi yang menutup diri dan pendiam, sebenarnya tipe introvert merupakan pribadi yang menarik, kreatif, dan berharga, jika perusahaan tahu di mana tipe kepribadian seperti ini senang bekerja. Tipe kepribadian introvert umumnya tak menyukai kegiatan yang mengharuskannya bertemu banyak orang atau kegiatan yang mengharuskannya bersosialisasi. Ketika seorang introvert menemukan pekerjaan yang ia senangi dan ia memang berbakat di bidang tersebut, ia akan menjadi aset perusahaan yang berharga.

Sekali lagi Introvert sering diasosiasikan dengan pemalu, namun pada kenyataannya tak selalu begitu. Menurut  Jung, introvert adalah tipe kepribadian yang lebih suka menyibukkan diri dengan kehidupan di dalam pikirannya dan aktivitas kesendirian ketimbang harus bersosialisasi dengan orang lain. Tipe kepribadian ini memiliki ketertarikan dalam penyelesaian masalah, bekerja secara kreatif ketika sendiri, dan bisa memberikan solusi ketika berpikir tanpa ada gangguan.

Pada dasarnya, para introvert tidak takut bekerja dikelilingi orang lain, namun tipe kepribadian ini hanya memilih untuk bekerja sendirian. Konsultan karier asal Minnesota, JIST Publishing, mengatakan bahwa tipe kepribadian introvert bisa jadi merupakan pemberi solusi yang baik, punya kecenderungan untuk bekerja sebagai analis sistem komputer atau peranti lunak, akuntan, penasihat keuangan, teknik sipil, mekanik, dan desainer grafis.

Ok, kita berhenti dulu mengupas kelebihan-kelebihan seorang introvert, karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar seorang introvert mencapai kesuksesan. Berikut ini beberapa tips dari Anthony Dio Martin, Managing Director HR Excellency :

Sebenarnya menjadi seorang introvert adalah hal yang wajar serta sah-sah saja. Apalagi jika aktivitas yang dikerjakan dan ditekuni adalah hal yang bermanfaat serta mengembangkan. Sebab, sering dikenal pula tipe-tipe introvert yang pemikiran serta kiprahnya menghasilkan ide ataupun gagasan yang amat berharga.

Perhatikanlah para ahli sains, ilmuwan, seniman atau pemikir introvert yang ternyata banyak memberikan kontribusi atas ide, produk ataupun karya-karya seni yang bernilai tinggi. Albert Einstein dan Abraham Lincoln adalah dua figur berkepribadian tertutup terkemuka yang banyak menghasilkan ide-ide di tengah kesendiriannya. Itulah sisi keunggulan seorang introvert yang pemikirannya berkualitas, karena dipikirkan secara mendalam.

Namun, tentunya menjadi agak tidak wajar bila seseorang introvert jadinya menutup diri dari proses sosialisasi serta lupa akan pentingnya jejaring karena hanya bersemedi di dalam dunianya sendiri. Ada satu pernyataan penting yang perlu direnungi bagi seorang introvert, “if you are not networking, you are not working“.

Dan masih banyak contoh tokoh introvert yang sukses dalam dunia industri. Coba anda lihat tokoh hebat seperti Bill Gates, Warren Buffett, ataupun Steven Spielberg. Mereka adalah contoh-contoh orang introvert yang cukup sukses dalam memanfaatkan kepribadian mereka.

Jadi, permasalahan sekarang, bukanlah pada soal apakah kita seorang introvert atau ekstrovert, yang menyebabkan kita tidak mudah mendapatkan pekerjaan. Ini adalah soal strategi mengembangkan diri”.

Btw, berapa banyak sih populasi antara introvert dan ekstrovert? Sebuah penelitian dari Myers Briggs dengan responden sebanyak 3.009 orang, didapat hasil bahwa kaum introvert lebih banyak dari kaum ekstrovert. Perbandingannya, 50,8 persen dibanding 49,3 persen. Dari jumlah tersebut, lelaki lebih banyak yang introvert (54,1 persen) dibanding perempuan (47,5 persen). Kalaupun ada sebagian yang menyebutkan bahwa jumlah introvert sekitar 25 persen dari seluruh populasi atau kurang dari setengah namun demikian ada sebuah ungkapan yang menjadi favorit saya dan bisa menjadi motivasi, “Kelompok minoritas di kalangan umum, tapi mayoritas di kalangan manusia berbakat”.

So? Sorry to say “My New Boss”, jangan paksa saya untuk “berakting”, tapi saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dan berguna bagi tim ini. Thanks for your comments, it’s very inspiring.

25 responses to “Introvert

  1. Sangat bermanfaat..saya jadi lega skrg,krna saya bukanlah ‘manusia aneh’,melainkan ‘manusia dg sejuta keunikan introvert’.. Mksh🙂

  2. Salam kenal pak Agus, saya Aulien
    Terimakasih untuk artikelnya, saya suka sekali. saya bisa mengerti perasaan Bapak, saya seorang introvert dan sering mendapat perlakuan yang kurang lebih sama dari atasan yang seorang ekstrovert, terkadang ketika berkomunikasi entah mengapa meski sudah menggunakan bahasa dan kalimat yang benar tetapi selalu diterima dengan respon yang diluar perkiraan sehingga mengesankan menjadikan saya seperti orang yang nggak “mudengan”. Meski saya jelaskan berkali-kali bahwa saya mengerti maksud atasan, tetapi selalu saja dibalas dengan kalimat “enggak bukan begitu, maksud saya seperti ini”. sampai akhirnya saya cape’ dan bersikap ya sudahlah, terserah. yang penting saya melakukan yang terbaik yang saya bisa.
    Dan menurut saya seorang introvert bukan orang yang selalu menutup diri, tidak PD dan sulit bergaul seperti yang dilabelkan. sekali lagi trimakasih artikelnya.

    • Salam kenal juga Mba Aulien.
      Seperti pepatah umum mengatakan kekurangan bahkan bisa menjadi kelebihan, tetapi sekali lagi Introvert bukanlah kekurangan melainkan merupakan kelebihan yang diberikan Tuhan kepada kita untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya.
      Terima kasih telah berkomentar.

  3. Apakah orang-orang introvert itu memang terlihat ‘dingin’, apa mudah membuka pikiran seorang introvert ?
    Maksudnya, apakah mudah mengubah pola pikir introvert yang cenderung pendiam, menjadi orang yang mudah mengutarakan sesuatu ? jika memang benar bisa, apa ada tulisan yang merujuk kearah itu ?

    Trims.

  4. Introvert di kalangan mayoritas tak ubahnya ‘manusia aneh’, namun seandainya mereka tahu potensi dalam ‘si introvert’ itu, mereka akan banyak mengandalkan kita yg introvert,..

    Karna saya introvert,..

  5. saya adalah orang yang berkepribadian introvert. sudah sejak lama saya ingin menjadi leader/ pimpinan dalam suatu organisasi. apakah seorang introvert ditakdirkan tidak untuk memimpin,tp dipimpin?.

    • Yang saya tahu, kepribadian introvert dengan bakat leader adalah dua hal yang berbeda, walau saling berkaitan. Artinya seorang introvert sangat mungkin untuk menjadi leader yang baik. Melalui tools DISC biasanya orang introvert akan memiliki profile C (Compliance) jika sebagai seorang pemimpin dia akan sangat perhatian, mau mendengarkan keluhan orang lain, dan memberi solusi, walaupun tingkat Human Relation-nya agak rendah, nah ini mungkin secara bertahap harus diperbaiki. Intinya pahami style kita dan terus belajar…

  6. Sy seorang introvert. Komunikasi verbal menjadi kendala utama untuk sy, rasanya mengungkapkan sesuatu lewat tulisan jauh lebih mudah. Model ujian lisan seperti ujian skripsi menjadi bentuk ujian yg sangat berat, karena apa yang ada di kepala sangat sulit sy ungkapkan secara maksimal

    • Saya kira komunikasi verbal hal yang sangat penting untuk seseorang agar proses “selling yourself” bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan, seperti halnya seorang yang introvert harus melatih leadership nya jika ingin menjadi seorang leader yang baik, jadi mari kita belajar bagaimana memunculkan our strength dan meng-improve our weakness. Terima kasih sudah mampir di blog saya…

  7. Ping-balik: Cara Introvert untuk PDKT | 2dser9·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s